KHANDURI MEMBALBAL POLA
Kegiatan
ini dilaksanakan esok harinya setelah bayi lahir atau ketika bayi berusia 1
hari. Mula-mula ayah si bayi menyembelih seekor ayam dan di buatlah adilabach
(ayam panggang yang dianyang) . Kemudian membuat pula aditak
yaitu beras pulapisilut yang ditumbuk halus, dicampur dengan kelapa yang
diparut halus serta diberi gula. Semua itu untuk dimakan oleh kaum wanita
-wanita yang dating pada hari pelaksanaan adat membalbal pola.
Pada acara membalbal pola bayi
diletakkan di atas sebuah adichui (nyiru) yang lebih dahulu telah di
lapisi dengan hiasan kain-kain sutra atau kain-kain bermutu lainya. Disisi kiri
dan kanan bayi diletakkan barang-barang perhiasan,seperti emas,perak,dan
lain-lainya sebagainya,bergantung menurut kelamin anak. Untuk bayi laki-laki
barang yang diletak kan itu ialah gabus(semacam pisau yang terbuat seluruhnya
dari emas),keris dan lain-lain.jika bayi itu perempuan, maka perhiasan yang
diletakkan adalah gelang tangan dari emas,kalung emas,dan lain-lain.Bersama barang-barang
itu diletakan juga sebuah aco (mok) yang terbuat dari tempurung
dan sebuah sendok.
Bayi yang di atas nyiru itu diangkat
sebentar oleh empat orang wanita dari empat keturunan anak suku (empat marga),
yang masing-masing memegang dan mengangkat sudut nyiru tersebut. Setelah
diletakkan kembali dan kemudian para wanita itu makan anyangan ayam.
Untuk si ibu,anyangan ayam diletakkan
diatas dalong yang berhias. Sebuah paha ayam pangang itu di pegang oleh
ibu bidan sambil memegang tangan si ibu yang baru bersalin. Kemudian bidan itu
memukul perlahan-lahan telek (payudara) si ibu bayi dengan paha ayam
tadi. Inilah yang disebut acara membalbal pola, artinya memukul telek
ibu yang baru melahirkan dengan harapan supaya lekas berair susu (sumber
informasi dari nara sember Raja ulasi).
Penulis : Liza Anhar Efendi,Khanduri
membalbal pola ,Banda aceh 2015.

0 komentar:
Posting Komentar