PERKEMBANGAN PENULISAN SEJARAH DI INDONESIA
Di indonesia, penulisan sejarah sudah berlangsung
cukup lama. Dalam buku pelurusan sejarah
indonesia karangan Asvi Warman Adam, dikatakan bahwa historiografi Idonesia
atau penulisan sejarah Indonesia berkembang dari masa kemasa.
Ada tiga fase historiografi Indonesia. Fase pertama
adalah fase historiografi tradisional yang meliputi penulisan babad dan sejarah
yang cukup penting dan biasanya tidak terpisah dari sastra sejarah .Contohnya
adalah babad, silsilah, tambo, dan hikayat.
Fase kedua adalah historiografi kolonial. Penulisan
sejarah lebih bertujuan untuk memperkokoh kekuasan mereka di Indonesia. Tulisan-tulisan
sejarah yang di baut dapat berperan dalam membangkitkan semngat pejuang bangsa
Indonesia melawan penjajah.
Fase ketiga adalah fase historiografi naisonal pada
masa kemerdekaan,penulisan sejrah bertujuan agar perjalanan sejarah bangsa
menuju kemrdekaan benar-benar dapat di pahami.Di harapkan bangsa indonesia
terdorong untuk mengisi kemerdekaan.
Sejak proklamsi kemedekaan historiografi kemrdekaan
historiografi nasional terbagi menjadi tiga tahap atau gelombang.
- Petama,gelombang dekolonisasi sejarah.
- kedua,gelombang pemampaatan ilmu sosial.
- ketiga,gelombang reformasi sejarah
Sekilas tokoh seorang sejarawan
Indonesia
Prof.Dr.Sartono
Kartodirdjo adalah seorang sejarawan indonesia. Beliau lahir 15 februari 1921
dan wafat 15 februari 2006.sampai menjelang akhir hidupnya santoso masih terus
berkiprah menorehkan sejarah.Santoso memang begitu menghayati motto hidupnya.
Masa prasejarah
berakhir dengan di temukannya tulisan.penemuan ini mengawali teradisi sejarah
masyarakat yang baru, yakni tradisi sejarah masyarakat yang mengenal tulisan.
Hal ini juga berlaku di Idonesia.Semua tulisan di Indonesia menggunakan bentuk
dasar huruf yang digunakan oleh raja-raja pallawa di India selatan sejak abad
ke-4 hingga abad ke-9 masehi.Hal ini dapat diketahui berdasarkan pada penemuan
prasasti di bagian barat indonesia.Adasekitar 3.000 prasasti dari zaman
Indonesia kuno. Prasasti tertua di temukan di Kutai pada lembah sungai Mahakam
di Kalimantan Timurdalam bentuk tujuh tugu batu yang digamabarkan sebagai yupa. Selain dikutai, di Jawa Barat juga
ditemukan prasasti. Prasasi-prasasti itu adalah, prasasti Kebon Kopi, Prasasti
Jambu, Prasasti Pasir Awi dan prasasti Cidang Cianten. Prasasti ini menerangkan
keadaan kerajaan Tarumanegara.
Pada
tugu-tugu batu yang ditemukan di Kutai, tertulis sajak-sajak dalam bahasa
sansekerta yang mengisyratkan persembahan besar-besaran. Prasasti-prasasti yang
menunjukan terdapatnya kerajaan Seriwijaya juga ditemukan di daerah Paalembang
dan di pulau Bangka. Prasasti itu merupakan bukti pertama keberadaan Budha
Mahayana di Asia Tenggara, sekaligus keberadaan agama Budha di Indonesia.
Perjalanan sejarah
Indonesia juga dapat dilihat antara lain pada babad, silsilah, Tambo, dan
hikayat. Teradisi penulisan sejarah seperti ini fase historiografi teradisional
Indonesia. Sesudah fase ini, pada fase hitoriografi kolonial dan fase
hitoriografi nasional yang sejak Proklamasi kemerdekan terbagi atas gelombang
dekolonialisasi sejarah dengan menggantikan model pendekatan nederlando-sentris dengan pendekatan indonesia-sentris.

0 komentar:
Posting Komentar